Produksi Event
Dokumentasi yang benar-benar kepakai setelah acara
Ratusan foto yang tidak pernah dibuka lagi adalah hasil yang gagal. Cara memesan dokumentasi berdasarkan apa yang akan Anda pakai, bukan berapa banyak yang Anda dapat.
Oleh Imam Naufal · 22 Agustus 2026 · 3 menit baca

Hasil dokumentasi yang paling sering disesali bukan yang jelek. Yang paling sering disesali adalah 800 foto dalam satu folder Drive yang dibuka sekali, lalu tidak pernah lagi. Bukan karena fotonya buruk — karena tidak ada yang tahu mau dipakai untuk apa.
Mulai dari tempat hasilnya akan tayang
Laporan ke sponsor butuh foto lebar yang menunjukkan ruangan penuh. Instagram butuh potret dan potongan 30 detik. Arsip sekolah butuh close-up tiap peserta. Website butuh satu foto horizontal yang bagus, bukan seratus.
Empat kebutuhan itu menghasilkan empat cara memotret yang berbeda, dan semuanya bisa dikerjakan dalam satu hari — asal diberitahu sebelum hari-H, bukan sesudah.
Deliverable yang biasanya cukup
- Foto keseluruhan acara, sudah diseleksi dan digrading — bukan semua yang terambil.
- Close-up tiap peserta, kalau acaranya punya daftar nama.
- After movie landscape 2–3 menit untuk laporan dan kanal resmi.
- Recap pendek vertikal untuk Reels atau TikTok, dikirim lebih cepat dari yang lain.
Yang biasanya tidak perlu
- Semua file mentah. Kecuali tim Anda memang akan mengedit sendiri.
- Video dokumenter panjang, kalau tidak ada yang bertugas menayangkannya.
- Foto di setiap sesi yang sama persis susunannya.
Soal waktu kirim
Recap pendek paling masuk akal dikirim di hari yang sama atau H+1, selagi acaranya masih hangat. Foto terseleksi dan after movie butuh waktu lebih — itu pekerjaan seleksi dan grading, bukan pekerjaan menyalin file. Tentukan tenggatnya di awal dan tulis di penawaran, supaya tidak jadi percakapan yang canggung seminggu kemudian.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.


